Showing posts with label Softskill. Show all posts
Showing posts with label Softskill. Show all posts

Monday, 4 May 2015

KASUS 2-1

     1.       Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukan Cairn bahwa klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini? Apakah usaha-usaha untuk mengklasifikasi akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman? Mengapa dan mengapa tidak?

Jawab:
Saya kurang setuju, menurut saya mengkalsifikasi akuntansi sangat bermanfaat untuk perkembangan akuntansi khususnya untuk akuntansi internasional, apalagi di era sekarang dimana semua yang menyangkut dengan kegiatan akuntansi sangat diperlukan terutama untuk perusahaan-perusahaan yang sudah bertaraf internasional.  Dan akuntansi sangat berguna sebagai alat atau informasi bagi para pengambil keputusan di sebuah perusahaan.

     2.       Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan menjadi semakin mirip dengan dikalangan perusahaan "kelas dunia" - perusahan-perusahaan multinasional terbesar didunia -dan khususnya yang mencatatkan sahamnya dibursa efek utama seperti London, New York, Tokyo. Apakah relevansinya pendapat ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini?

Jawab:
Menurut saya perusahaan-perusahaan multinasional yang sekarang sudah menyesuaikan laporan keuangan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi internasional. Dan menurut saya itu hal yang memang harus dilakukan karna akuntansi sebuah perusahaan yang baik adalah yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan akuntansi internasional. Sehingga informasi yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi para akuntan diseluruh dunia. Jadi menurut saya pernyataan tersebut tidak sesuai dengan yang terjadi saat ini.

Kasus 6-2



Mengatur Investasi Lepas Pantai (Offshore): Mata Uang Siapa
Berdasarkan argumen-argumen yang ada, menurut Anda apa yang harus menjadi mata uang fungsional dalam kasus ini ?
Yaitu Euro, jika mata uang fungsionalnya adalah euro, tidak ada laba atau rugi yang terealisasi. Namun, translasi ke dolar menyebabkan kerugian mata uang sebesar $1.030.000, yang hanya akan dicapai ketika jumlahnya dikembalikan ke Amerika Serikat. Hal ini dapat disamakan dengan pembelian saham yang kemudian harganya jatuh. Jika dolar AS merupakan mata uang fungsional, transaksinya akan berakhir dengan kerugian terealisasi sebesar $1.030.000. hal ini tidak masuk akal menurut pandangan arus kas manapun; sebenarnya, hal ini menggaris bawahi bahwa dengan tujuan mereka pengaruh pada laba-rugi yang dilaporkan dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang fungsional sangat tidak masuk akal.
FAS No. 52 menegaskan mata uang fungsional dari sebuat entitas sebagai mata uang dari lingkungan ekonomi utama di aman entitas tersebut beroperasi. Anggaplah yayasan tersebut digunakan di Matla dan sebagai sebuah entitas terpisah, meminjam dana dari induk perusahaannya di AS, penggunaan mata uang setempat akan terjadi dengna sendirinya. Jika hakikatnya adalah untuk menang atas bentuk, seseorang harus menyimpulkan bahwa euro harus tetap digunakan.

Tuesday, 17 March 2015

akuntansi komparatif bagian 1 dan 2

akuntansi komparatif I (eropa)

Beberapa pengamatan tentang standar dan praktik akuntansi

Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan (seringkali termasuk hukum dan anggaran dasar ) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Dapat dikatakan bahwa standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar meskipun praktiknya tidak sesuai dengan standar.
Setidaknya ada 3 alasan mengapa praktik akuntansi tidak sesuai dengan standar :
1. di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif.
2. perusahaan secara sukarela melaporkan informasi lebih banyak dari yang dibutuhkan.
3. beberapa negara mmeperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan akan tersajikan secara lebih baik.

Sistem akuntansi pada negara maju
1. perancis
a. regulator : CNC ( badan akuntansi nasional), CRC (komite regulasi akuntansi), AMF ( otoritas pasar keuangan), OEC ( institut akuntan publik), CNCC ( institut nasional undang-undang auditor).
b. regulasi : Plan Compatable General (undang-undang akuntansi nasional)
c. laporan keuangan : Neraca, laporan laba rugi, Catatan atas laporan keuangan, Laporan direktur, laporan auditor, laporan arus kas (direkomendasikan oleh CNC). Laporan khas perancis adalah laporan pencegahan kebangkrutan bisnis dan sebuah laporan sosial (bagi perusahaan besar). Laporan keuangan harus diaudit kecuali untuk perusahaan kecil, kewajiban terbatas, kemitraan.

2. jerman
a. Regulator : DRSC (komite standar akuntansi jerman), GASC ( mengawasi DRSC), FREP (dewan sektor swasta), wirtschaftspruferkammer (chamber of accountant).
b.  regulasi : German commercial Code (HGB) dan keputusan hakim. Akuntansi jerman dirancang untuk menghitung jumlah pendapatan yang tepat yang bisa menjaga kreditor setelah adanya pembagian kepada pemilik.
c. laporan keuangan : Neraca, Laporan laba rugi, catatan, laporan manajemen, laporan auditor. Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan diperbolehkan untuk menyusun sebuah neraca singkat. Laporan khas jerman adalah laporan pribadi dari auditor kepada dewan direktur dan dewan pengawas perusahaan. Semua perusahaan bisa menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuangan gabungan namun laporan keuangan pribadi harus mengikuti persyaratan HGB.

3. republik ceko
a. regulator : parlemen, mentri keuangan, chamber of auditor  
b. regulasi : Commercial Code, Accountancy Act, dan dekrit mentri keuangan.
c. laporan keuangan : neraca, akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi), dan catatan. Perusahaan kecil tidak diwajibkan melakukan audit. Perusahaan ceko yang terdaftar harus menggunakan IFRS dan memberikan laporan laba rugi per 3 bulan. Perusahaan tidak terdaftar bisa memilih IFRS atau standar akuntansi Ceko dalam laporan ekuangan gabungan mereka tapi harus menggunakan standar Ceko dalam laporan perusahaan pribadi.

4. Belanda
a. Regulator : DASB ( Dutch Accounting Standards Board), AMF (Authority for the Financial Markets), Enterprise Chamber, NivRA ( Netherlands Institute of Register Accountants)
b. Regulasi : Act on Annual Financial Statement 1970
c. Laporan keuangan : neraca, laporan Laba rugi, Catatan, Laporan Direktur dan informasi lain yang sudah ditentukan, Laporan arus kas dianjurkan. Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan dapat menyusun laba rugi singkat dan neraca. Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas berbeda. Perusahaan terdaftar harus menggunakan IFRS, tapi semua perusahaan boleh menggunakan IFRS alih-alih pedoman Belanda.

5. Inggris
a. Regulator : CCAB (Consultative Committee of Accountancy Bodies), FRC (Financial Reporting Council, AIDB (Accountancy Investigation dan Discipline Board), POB (Professional Oversight Board)
b. Regulasi : Undang-Undang Perusahaan 1981 dan profesi akuntansi
c. Laporan keuangan : laporan direktur, akun laba dan rugi serta neraca, laporan arus kas, laporan keseluruhan laba dan rugi, laporan kebijakan akuntansi, catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan, dan laporan auditor. Perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan keuangan termasuk laporan gabungan, dan diizinkan untuk menyusun akun singkat dengan informasi minimun yang telah ditentukan sebelumnya.

Akuntansi komparatif II (Amerika dan Asia)
·         Membahas akuntansi di 5 negara, yaitu Amerika (meksiko dan US) dan Asia ( China, India, jepang). US dan Jepang merupakan negara maju sedangkan meksiko, cina dan india merupakan negara berkembang. Alasan pemilihan negara tersebut adalah :
Meksiko : dipilih karena perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara tahun 1994 telah menciptakan sejumlah minat baru dalam akuntansi Meksiko di Kanada, Amerika Serikat dan negara – negara lain. Akuntansi meksiko mempunyai banya kesamaan dengan akuntansi negara lainnya di amerika latin.
Cina : merupakan negara yang berpenduduk terbanyak didunia, sehingga perusahaan – perusahaan yang datang dari seluruh dunia berkeinginan untuk melakukan bisnis dengan cina dan perkembangan akuntansibmerupakan bagian yang penting dari perubahan struktural yang terjadi diperekonomian Cina.
India : negara dengan populasi terbanyak kedua di dunia.  Tidak ada yang dapat dilakukan  perusahaan besar internasional tanpa strategi india.

·         United States
Regulator : FASB ( financial accounting standards board), SEC ( security and Exchange Commission ), AICPA ( the American Institute of certified public accountant).
Regulasi : GAAP
Laporan keuangan : laporan manajemen, Laporan auditor independen, laporan keuangan (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan Perubahan equitas pemegang saham, dll), diskusi manajemen dan hasil analisis dari operasi dan kondisi keuangan, pengungkapan kebijakan akuntansi dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan, perbandingan data keuangan yang telah dipilih ( 5-10 tahun), data triwulan terpilih.
·         Meksiko
Regulator : CINIF, Mexican Institute of Public Accountant
Laporan keuangan : Neraca, Laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan Perubahan equitas pemegang saham, catatan.
·         Jepang
Regulator : regulasi akuntansi berdasarkan tiga undang-undang (sisitem hukum segitiga) , yaitu hukum komersial, undang undang pasar modal dan undang undang pajak penghasilan perusahaan. Hukum komersial diatur oleh MOJ.
JICPA ( japan Institute of Certified public accountant)
Laporan keuangan : Neraca, Laporan Laba rugi, laporan Perubahan equitas pemegang saham, Laporan Bisnis, Jadwal terkait.
·         Cina
Regulator : CASC (China Accounting Standards Committee)
Laporan keuangan : Neraca, Laporan Laba rugi, laporan Arus kas, laporan perubahan equitas, Catatan.
·         India
Laporan keuangan : Neraca dua tahun, laporan laba rugi, laporan arus kas, kebijakan akuntansi dan catatan. Perusahaan yang tidak terdaftar hanya perlu menyiapkan laporan intinya saja, akan tetapi bagi perusahaan yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laporan inti. Laporan keuangan harus menyajikan pandangan yang adil dan benar, namun tidak ada penolakan kebenaran dan keadilan selama mereka ada di kawaasan Britania Raya. Seperti yang dicatat di atas, akta perusahaan menghendaki bahwa laporan direktur menyertai laporan keuangan.

 sumber :  frederick D.S. Choi, Gary K. Meek. international accounting . 7th ed. 2011. prentice hall


Kasus 2-1 Apakah Klasifikasi Akuntansi telah Ketinggalan Zaman ?



Pertanyaan :
1). Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukakan cairn bahwa klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini ? apakah usaha usaha untuk mengklasifikasikan akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman ? mengapa atau mengapa tidak?
2). Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan menjadi semakin mirip di kalangan perusahaan “kelas dunia” perusahaan perusahaan multinasional terbesar di dunia dan khususnya yang mencatatkan sahamnya di bursa efek utama seperti London, New York dan Tokyo. Apakah relevansinya pendapat ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini?

Jawaban :
1). Saya tidak setuju dengan pendapat David Cairns yang mengatakan klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan. Klasifikasi akuntansi diperlukan untuk melakukan deskripsi, analisa, dan prediksi terhadap perkembangan sistem akuntansi.  Tujuan klasifikasi adalah mengetahui sejauh mana suatu sistem mempunyai kesamaan dan perbedaan.  Membandingkan perkembangan sistem akuntansi suatu negara dengan negara lain dan mengetahui alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain. Membantu pengambilan keputusan menilai prospek dan masalah dalam akuntansi internasional.
2.  pendapat diatas kurang relevan terhadap klasifikasi akuntansi. Perusahaan multinasional semakin menyesuaikan laporan keuangan mereka untuk pengguna di seluruh dunia dengan tujuan sebagai informasi. Jadi pelaporan keuangan harus dibedakan antara tingkat domestik dengan tingkat internasional. Faktor yang menyebabkan adalah kemajuan teknologi yang memungkinkan akses ke informasi secara cepat. 


sumber :  frederick D.S. Choi, Gary K. Meek. international accounting . 7th ed. 2011. prentice hall
http://asthreenovianti.blogspot.com/search?updated-min=2015-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2016-01-01T00:00:00-08:00&max-results=4

PENGERTIAN & LINGKUP AKUNTANSI INTERNASIONAL

PENGERTIAN & LINGKUP AKUNTANSI INTERNASIONAL

Akuntansi Internasional menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997, 18) adalah akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor.

Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi internasional digunakan untuk mengatur hubungan keuangan secara global. Hubungan ini bisa terjadi karena adanya transaksi antar negara seperti ekspor dan impor. Akuntansi internasional mengatur kegiatan perusahaan multinasional dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas Negara.

Perlu kita ketahui bahwa proses akuntansi untuk tiap negara memiliki perbedaan. Dimana perbedaan itu timbul karena adanya perbedaan dalam bidang  budaya praktik bisnis, struktur politik, system hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi local, risiko bisnis, dan serta aturan perundang-undangan mempengaruhi bagaimana perusahaan multinasional melakukan kegiatan operasionalnya dan memberikan laporan keuangannya.

Lalu bagaimana dengan ruang lingkup akuntansi internasional itu sendiri?
Ruang Lingkup Akuntansi Internasional terdiri dari 2 aspek yakni :
1. Akuntansi internasional membahas gambaran standar akuntansi danpraktek akuntansi pada berbagai negara serta membandingkan standar dan praktek tersebut padamasing-masing negara yang dibahas.


2. Transaksi internasional membahas mengenai pelaporan keuangan. Penjabaran dan transaksi valas, sistem informasi, penganggaran, system penilaian kerja, perpajakan dan audit internasional dalam aspek ini juga termasuk pembahasan.

Sumber :


PERKEMBANGAN & KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL


System pembukuan berpasangan dinilai sebagai awal perkembangan akuntansi, system ini dipakai di Negara-negara kota di Italia pada abad ke-14 dan 15. Perkembangannya didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia utara selama masa abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.

“Pembukuan Italia” lalu beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada waktu yang hamper bersamaan, pada filsuf hitvis di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan system dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.

Tahun 1850an, double entry bookkeeping mencapai kepulauan inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntan public yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris pada tahun 1870an. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, system akuntansi Prancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika di bawah pemerintahan Prancis. Kerangka pelaporan system Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia dan Kekaisaran Rusia.

Pada abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu7 akademuk tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaryh akuntansi semakin di dunia barat.

Terdapat beberapa fakor yang dapat mempengaruhi perkembangan Akuntansi Internasionai :
1.Sumber pendanaan
2. Sistem Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat Pendidikan
8. Budaya


Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh Indonesia.

Klasifikasi yang di usulkan oleh Muller mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansu di Negara-negara barat dengan system ekonomi berorientasi pasar.
Pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi tersebut adalah :

Pendekatan  makro ekomomi
Berdasarkan pendekatan ini , praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makro ekonomi, misal saja untuk mendorong perkembangan industry tertentu, suatu Negara dapat mengijinkan penghapusan pengeluaran modal secra cepat pada beberapa industri tersebut.

Pendekatan mikro ekonomi                                 
Pada pendekatan ini, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup dengan mempertahankan modal fisik yang dimiliki dan memisahkan secara jekas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha.

Pendektan independen
Pada pendeketan ini, akuntansi berasal dari praktis bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan.

Pendekatan yang seragam
Pada pendekatan ini, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untk kendali administrasi oleh pemerintah pusat.

Sumber :
http://aaanaaaulll.blogspot.com/2015/03/pengertian-lingkup-akuntansi.html


Sunday, 30 November 2014

TUGAS SOFSKILL

1.      Jelaskan mengenai kode etik menurut IAI !
       Jawaban :
  ETIKA (ethics) dapat didefinisikan sebagai rangkaian prinsip atau nilai moral. Kode Perilaku Profesional  AICPA (America Institute of Certified Public Accountant) terdiri dari empat bagian yaitu:

1.    Prinsip
standar perilaku etis yang ideal yang dinyatakan dalam istilah filosofis.
2.    Peraturan Perilaku
 standar minimum dari perilaku etis yang dinyatakan sebagaiperaturan spesifik
3.    Interprestasi Peraturan Perilaku.
Interprestasi atas peraturan perilaku oleh Devisi Etika Profesional dar AICPA.
4.    Kaidah Etika
Peraturan perilaku yang diserahkan kepada AICPA oleh para praktisi dan pihak lain yang berkepentingan dengan persyaratan etis.

Kode Etik menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) ialah kode etik yang dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan public, bekerja di lingkungan dunia usaha, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung jawab professional.

Kode Etik yang berlaku di Indonesia yang mengatur anggota IAI secara keseluruhan dan pembagiannya terdiri dari :
1.    Kode Etik Akuntan
Merupakan  kode etik yang mengatur seluruh anggota IAI secara umum.
2.    Kode Etik Kompartemen
Merupakan kode etik yang mengatur masing-masing kompartemen yang terdapat didalam IAI

       2.      Jelaskan mengenai jasa audit secara detail : prinsip dan aturan etika
       Jawaban :
          Jasa Audit dapat disebut sebagai pelayanan untuk mengumpulkan atau mengevaluasi bukti informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi yang didapat atau yang sudah dikumpulkan atau dievaluasi dengan informasi yang sudah ada. Yang dilakukan oleh Auditor yaitu orang yang sudah kompeten dan independen.

           Prinsip Etika Akuntan adalah prinsip yang harus ditaati oleh semua anggota IAI. Sedangkan Aturan Etika adalah mengikat anggota kompartemen yang mensahkan aturan etika tersebut.

            Prinsip Etika Akuntan yang ditetapkan oleh IAI memuat 8 prinsip etika, yaitu:
1.    Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan professional dalam semua kegiatanya.
2.  Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayangan kepada public, menghormati kepercayaan public, dan menunjukan komitmen atas professional. Profesi akuntan public memegang peran penting di masyarakat, dimana public dari profesi akuntan terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja dll.
3.     Integritas
Itegritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan professional. Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan public dan merupakan patokan bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.
4.     Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.
5.     Kompetensi dan Kehatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten.
6.      Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7.       Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
8.       Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang-undangan yang relevan.


RUU dan KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Untuk mengawasi akuntan publik, khususnya kode etik, Departemen Keuangan (DepKeu) mempunyai aturan sendiri yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.17 Tahun 2008 yang mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas dari kliennya berdasarkan SPAP (Standar Profesi Akuntan Publik) dan kode etik. SPAP dan kode etik diterapkan oleh asosiasi profesi berdasarkan standar Internasional. Misalkan dalam auditing, SPAP berstandar kepada International Auditing Standart.
Laporan keuangan mempunyai fungsi yang sangat vital, sehingga harus disajikan dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, Departemen Keuangan menyusun rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik dan RUU Laporan Keuangan. RUU tentang Akuntan Publik didasari pertimbangan untuk profesionalisme dan integritas profesi akuntan publik. RUU Akuntan Publik terdiri atas 16 Bab dan 60 Pasal , dengan pokok-pokok mencakup lingkungan jasa akuntan publik, perijinan akuntan publik, sanksi administratif, dan ketentuan pidana.
Sedangkan kode etik yang disusun oleh SPAP adalah kode etik International Federations of Accountants (IFAC) yang diterjemahkan, jadi kode etik ini bukan merupakan hal yang baru kemudian disesuaikan dengan IFAC, tetapi mengadopsi dari sumber IFAC. Jadi tidak ada perbedaaan yang signifikan antara kode etik SAP dan IFAC.
Adopsi etika oleh Dewan SPAP tentu sejalan dengan misi para akuntan Indonesia untuk tidak jago kandang. Apalagi misi Federasi Akuntan Internasional seperti yang disebut konstitusi adalah melakukan pengembangan perbaikan secara global profesi akuntan dengan standar harmonis sehingga memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi secara konsisten untuk kepentingan publik.
Seorang anggota IFAC dan KAP tidak boleh menetapkan standar yang kurang tepat dibandingkan dengan aturan dalam kode etik ini. Akuntan profesional harus memahami perbedaaan aturan dan pedoman beberapa daerah juridiksi, kecuali dilarang oleh hukum atau perundang-undangan.

Sumber :
Arens, A Alvin, Randal J, Elder, Mark S. Beasly. 2008. Auditing dan Jasa Assurance. Jakarta: Erlangga


Thursday, 30 October 2014

Tugas softskill 1


1.      What are the ethical issues raised by this case?
Jawab :
The issue is company try to reduce the cost by using several cost cutting program. In this program, there are many things change to be worse such as the number of equipment operators on each shift had been reduced from twelve to five and many of the best operators quit and replaced with workers whose education was below that required by company. The effect from this program is 2000 people death and 200.000 other peole get injure by accident which happened in December 1985 at Unioan Crabide Corporation.

2.      Did the legal doctrine of “limited liability” apply to protect the shareholders of Union Carbide Corporation (U.S.)?
Jawab :
No, The shareholders didn’t protected by legal doctrine of limited liability. The company can’t pay the compensastion of accident which killed 2.000 person and 200.000 others get injured. The compensation had amount around $35 Billion, meanwhile the liability of company reported only about $200 million. The company’s stock tumbled and the shareholders losses of more than $1 billion. Finally, Company was close because they were forced  to bankrupt.

3.      Were the indian operations, which were being overseen by the managers of Union Carbide Corporation (U.S.), in compliance with legal or moral or ethical standards?
Jawab :

Indian operations is legal and has moral point because they get blessing from indian government and  Indian operations has a good purpose which is to increase production of the pesticides, it desperately needed to raise food for india’s huge population. But, they are didn’t do ethical standards well because for reduce costs they make a program which called several cost-cutting programs. In this program, the company try to reduce costs without considered a risk of the program in the future. 

Tuesday, 24 June 2014

Tugas softskill 4

EXIRCISE 37 page 138

1.   Which
2.   Which
3.   Whom
4.   Whom
5.   That
6.   Whom
7.   Whose
8.   Who
9.   That
10. That
11. Whose
12. Which
13. Who
14. That
15. Whose

EXERCISE 38 page 139

1.   George is the man. George was chosen to represent the committee at the convertion
2.   All the money (the money was accepted) has already been released
3.   The papers (the papers are on the table) belong to patricia
4.   The man was brought to the police station confessed to the crime
5.   The girl is drinking coffee. Mary Allen is the girl
6.   John's wife, a professor, has written several papers on this subject
7.   The man is talking to the policeman. The man is my uncle
8.   The book (the book is on top shelf) is the one that i need
9.   The number of students (the number of students have been counted) is quite high
10. Leo Evans, a doctor, cats in this restaurant every day

We can use relative clauses to join two English sentences, or to give more information about something.

I bought a new car. It is very fast.
→ I bought a new car that is very fast.

She lives in New York. She likes living in New York.
→ She lives in New York, which she likes.
Defining and Non-defining

A defining relative clause tells which noun we are talking about:

    I like the woman who lives next door.
    (If I don't say 'who lives next door', then we don't know which woman I mean).

A non-defining relative clause gives us extra information about something. We don't need this information to understand the sentence.

    I live in London, which has some fantastic parks.
    (Everybody knows where London is, so 'which has some fantastic parks' is extra information).
We can use 'who', 'which' or 'that'. We use 'who' for people and 'which' for things. We can use 'that' for people or things.

The relative clause can come after the subject or the object of the sentence. We can't drop the relative pronoun.

For example (clause after the object of the sentence):

    I'm looking for a secretary who / that can use a computer well.
    She has a son who / that is a doctor.
    We bought a house which / that is 200 years old.
    I sent a letter which / that arrived three weeks later.

More examples (clause after the subject of the sentence):

    The people who / that live on the island are very friendly.
    The man who / that phoned is my brother.
    The camera which / that costs £100 is over there.
    The house which / that belongs to Julie is in London.

Try an exercise where the relative pronoun is the subject here.

2: The relative pronoun is the object:

Next, let's talk about when the relative pronoun is the object of the clause. In this case we can drop the relative pronoun if we want to. Again, the clause can come after the subject or the object of the sentence. Here are some examples:
(Clause after the object)

    She loves the chocolate (which / that) I bought.
    We went to the village (which / that) Lucy recommended.
    John met a woman (who / that) I had been to school with.
    The police arrested a man (who / that) Jill worked with.

(Clause after the subject)

    The bike (which / that) I loved was stolen.
    The university (which / that) she likes is famous.
    The woman (who / that) my brother loves is from Mexico.
    The doctor (who / that) my grandmother liked lives in New York.

    Try an exercise where the relative pronoun is the object here
    Try an exercise about defining relative clauses, both subject and object here
    Try another exercise about defining relative clauses here

Sumber: http://www.perfect-english-grammar.com/relative-clauses.html





Tuesday, 10 June 2014

Tugas Softskill ke 3



Exercise 35 : Passive Voice

1.  Somebody calls the president every day.
     Answer  :  The president is called (by somebody) every day.
2.  John is calling the other members.
     Answer  :  The other members are being called by John.
3.  Somebody will call Mr.Watson tonight.
     Answer  :  Mr. Watson will be called (by somebody) tonight.
4.  The fire has caused considerable damage
     Answer  :  Considerable damage has been caused by the fire.
5.  The teaccher should buy the supplies for this class.
     Answer  :  The supplies for this class should be bought by the teacher.


Exercise 36 : Causative Verbs
Page  :  135
1.  The teacher made Juan leave the room.
2.  Toshiko had her car repaired by a mechanic
3.  Ellen got Marvin to type her paper.
4.  I made Jane call her friend on the telephone.
5.  We got our house painted last week.
6.  Dr.Byrd is having the students write a composition.
7.  The policemen made the suspect lie on the ground.
8.  Mark got his transcripts sent to the university.
9.  Maria is getting her hair cut tomorrow.
10.We will have to get the Dean to sign this form.
11.The teacher let Al leave the classroom.
12.Maria got Ed to wash the pipettes.
13.She always has her car fixed by the same mechanic.
14.Gene got his book published by a subsidy publisher.
15.We have to help Janet find her keys.


Active Causative Form

Definition
Causative verbs are used when one thing or person causes another thing or person to do something. It means when we don't do something ourselves, instead we need someone else to do something for us.

There are two basic causative structures:
1. Active Causative form
2. Passive Causative Form

Active Causative Verb
The active causative verb as :

1. Let,

Let is used when we want to allow someone to do something.
Examples:
1. Mrs Anna let me to borrow his book
2. Mr. Toni let me to use his notebook
3. Mrs. Jolie let me to bring his car

2. Make

Make is used when we want to force someone to do something.
Examples:
1. My mother makes me to do my job
2. Rendy makes his sister to cook something for him

3.  Have

Have is used when we want to give someone the responsibillity to do something
Examples:

    I had my hair cut.
    I had my jacket cleaned yesterday.
    My English teacher has me do the homework in a week.
    John is having his father contact the officials.


4.  Get

Get is used when we want to convince to do something or to trick someone into doing something.
Examples:

    My friends get me to take the test.
    I got my computer fixed.
    He got the mechanic to repair the machine.
    She got him to read more.





Sumber:
grammar.about.com/od/c/g/causativeverbterm.htm
http://esl.about.com/od/grammarstructures/a/causative.htm
http://www.myenglishpages.com/site_php_files/grammar-lesson-causative-verb.php#.U3hoQXZFphI